Penerapan Laser pada Kehidupan Sehari-hari
"Lasik"

ZAHWA SHAFINA
210343606442
OFFERING A

Apa itu LASIK?

Operasi LASIK atau Laser-Assisted in Situ Keratomileusis adalah sebuah prosedur bedah untuk memperbaiki fungsi kornea mata, yaitu membiaskan (refraksi) cahaya yang masuk ke mata sehingga mata mampu melihat dengan normal.

LASIK merupakan sebuah solusi bagi para pasien yang menderita kelainan refraksi atau ganguan penglihatan. Gangguan ini berupa kelainan refraksi, rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia). dan mata silinder (astigmatisme).

Operasi ini dilakukan dengan menggunakan sinar laser untuk mengikis jaringan kornea mata, sehingga penglihatan menjadi lebih baik dan pasien bisa terbebas dari pemakaian kacamata atau lensa kontak.

Bagaimana Prosedur LASIK?

Dalam prosedur LASIK, dokter bedah mata membuat flap, yaitu lapisan atau lipatan tipis di kornea. Dokter bedah kemudian melipat kembali flap tersebut, lalu dengan menggunakan laser jaringan kornea yang terletak di bawah flap akan dikikis sampai kornea membentuk kelengkungan yang normal.

Bagi orang dengan rabun jauh, operasi LASIK digunakan untuk meratakan kornea yang melengkung terlalu tajam. Namun, bagi orang yang memiliki rabun dekat, bedah refraktif dilakukan untuk menambahkan kelengkungan kornea yang terlalu datar. LASIK mata juga dapat membenarkan kornea yang tidak teratur menjadi normal untuk penderita astigmatisme.

LASIK mata dilakukan dengan alat yang disebut dengan excimer laser pada ruang bedah rawat jalan. Pertama, mata akan diberi beberapa tetes anestesi topikal agar mati rasa.

Penahan kelopak mata ditempatkan di antara kelopak mata agar mata terus terbuka dan mencegah pasien untuk berkedip. Sebuah cincin isap diletakkan pada mata yang terbuka untuk meratakan kornea dan mencegah mata bergerak.

Pasien mungkin akan merasakan tekanan dari penahan kelopak mata dan cincin isap, hal ini mirip dengan jari yang ditekan tegas pada kelopak mata. Ketika cincin isap dipasang di mata, pandangan akan meredup atau menjadi gelap.

Setelah kornea diratakan, flap pada jaringan kornea dibentuk dengan menggunakan perangkat microsurgical, seperti laser atau pisau bedah. Flap kornea ini kemudian diangkat dan dilipat kembali. Setelahnya, excimer laser akan mengukur mata sebelum diprogram.

Dokter akan memeriksa bahwa laser tersebut sudah berada pada posisi yang tepat. Setelah laser memotong jaringan kornea, dokter kemudian menempatkan flap kembali dan menghaluskan sisinya.

Flap akan menempel pada jaringan kornea dalam 2-5 menit tanpa memerlukan jahitan. Setelah operasi selesai, dokter akan memberikan obat tetes mata dan pelindung mata agar mata terlindungi dari gesekan. Pemulihan penglihatan setelah operasi lasik akan memakan waktu 3-6 bulan setelah operasi.

Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum operasi LASIK?

Sebelum melakukan operasi LASIK mata, sebaiknya Anda melakukan hal-hal sebagai berikut:

Tidak memakai soft lenses selama 2 minggu sebelum evaluasi awal.Tidak memakai toric soft lenses atau rigid gas permeable (RGP) lenses selama 3 minggu sebelum evaluasi pertama.Tidak memakai hard lenses selama 4 minggu sebelum evaluasi pertama.Tidak menggunakan berbagai krim, losion, make up, dan parfum sehari sebelum operasi.


Selain itu, sebelum melakukan LASIK para pasien harus melewati pemeriksaan komprehesif terlebih dahulu. Pemeriksaan ini meliputi:
Pemeriksaan refraksiPengukuran tekanan intraokular (bola mata)Topografi (pemetaan) korneaPemeriksaan produksi air mataPengukuran ketebalan korneaPenggunaan specular microscope untuk memeriksa penyakit korneaPemeriksaan laboratoriumPemeriksaan mata secara fisik.

Apa yang harus dilakukan pasca operasi LASIK?

Segera setelah operasi LASIK, mata pasien mungkin akan terasa gatal, berpasir, panas, dan berair. Untuk membantu meredakannya, dokter akan memberikan obat tetes mata. Pasien juga bisa melanjutkan aktivitas kembali pascaoperasi, tetapi dokter mungkin akan menyarankan untuk istirahat setidaknya 1 hari.

Penglihatan pasien pascaoperasi LASIK belum langsung normal hingga 2–3 bulan. Untuk mempercepat penyembuhan, beberapa hal berikut perlu pasien lakukan:
Memakai pelindung mata selama tidurTidak menggosok mata dengan kasarTidak berenang atau menggunakan bak mandi air panas selama sekitar 2 minggu setelah operasiTidak melakukan olahraga berat setidaknya selama semingguMemeriksakan kondisi mata secara rutin ke dokter mata untuk memantau perkembangan pengihatan pascaoperasiMeminum obat yang diresepkan dokter dengan teraturJangan lupa untuk menaati segala peraturan yang diberikan oleh dokter agar mata dapat pulih secara sempurna. Pasien akan menjalani kontrol rutin pasca operasi dengan dokter untuk mengevaluasi hasil operasi.

Resiko Operasi LASIK

Beberapa efek samping yang mungkin dapat dialami pasien setelah operasi LASIK adalah:
Mata keringGangguan pada lipatan kornea, yang disebabkan oleh infeksi atau penyembuhan jaringan kornea yang tidak sempurnaAstigmatisme, yang dapat terjadi ketika pengikisan jaringan tidak merataSensitif terhadap cahayaGangguan penglihatanUndercorrections, yang dapat terjadi ketika laser mengikis terlalu sedikit jaringan pada mataOvercorrections, yang terjadi ketika laser mengikis terlalu banyak jaringan pada mata.Risiko di atas biasanya bersifat sementara dan akan hilang dalam waktu beberapa minggu setelah operasi. Namun, pada segelintir kasus, operasi tidak berhasil, sehingga pasien harus tetap memakai kacamata atau lensa kontak, atau bahkan perlu menjalani operasi tambahan.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menjalani operasi LASIK, Anda perlu mencari informasi sebanyak mungkin dari dokter. Tanyakan juga kepada dokter mengenai peluang keberhasilannya dan biaya yang perlu dikeluarkan.

Fakta Unik LASIK

Lasik tidak membuat kebutaanRisiko kebutaan dari operasi ini sama dengan risiko kebutaan dari pemakaian lensa kontak yang artinya risiko tersebut sangatlah kecil.
Tidak semua metode LASIK aman dilakukanSetiap prosedur LASIK sama-sama melibatkan pembuatan flap di permukaan kornea. Prosedur LASIK IntraLase memanfaatkan laser untuk membuat flap, sedangkan prosedur LASIK mata biasa menggunakan pisau untuk membuat flap. IntraLase memiliki risiko tersendiri, seperti sensitivitas terhadap cahaya, meskipun jarang terjadi.
Tidak semua orang dapat mengikuti operasi LASIKBanyak orang yang tidak dapat melakukan operasi LASIK. Bedah refraktif memang lebih dipioritaskan bagi orang yang memiliki kondisi mata rabun yang parah, seperti memiliki mata minus di atas -4 dioptri atau penurunan penglihatan ini terus bertambah setiap tahunnya. Sekitar 30% pasien yang dievaluasi oleh dokter mata secara rutin, ditolak untuk melakukan operasi LASIK. Penyebabnya adalah usia di bawah 18 tahun, sedang hamil atau menyusui, memiliki penyakit atau kondisi kesehatan tertentu, atau kondisi mata yang kurang stabil.
Operasi LASIK bebas dari rasa sakitTetes mata digunakan untuk membius mata, dan membuat pasien tetap nyaman selama operasi. Prosedur ini sendiri umumnya hanya memakan waktu 15 menit untuk kedua mata. Pasien akan merasakan tekanan sebentar. Namun, secara umum, proses laser mata bebas dari rasa sakit. Jika merasa gugup sebelum prosedur dimulai, dokter bedah akan memberikan obat penenang berdosis ringan untuk membuat pasien lebih relaks.

Sources

https://www.alodokter.com/author/tia. “Prosedur Operasi LASIK Dan Risikonya.” Alodokter. Alodokter, July 3, 2015. https://www.alodokter.com/penglihatan-anda-buram-coba-operasi-lasik.

Name. “Rumah Sakit Mata Dan Klinik Mata JEC.” Rumah Sakit Mata dan Klinik Mata JEC, 2021. https://jec.co.id/en/blog/detail/7-jenis-lasik-mata-yang-perlu-anda-ketahui.

OMMAX GmbH. “LASIK - Manfaat, Risiko, Prosedur Dan Biaya Operasi.” Klinikmatanusantara.com, 2021. https://www.klinikmatanusantara.com/id/ketahui-lebih-lanjut/info-kesehatan-mata-dari-kmn-eyecare/artikel/lasik-manfaat-risiko-prosedur-dan-biaya-operasi/.

hellosehat. “LASIK Efektif Mengatasi Mata Rabun, Adakah Risikonya? | Hello Sehat.” Hello Sehat, December 22, 2020. https://hellosehat.com/mata/gangguan-penglihatan/lasik-mata/.